Rangkuman Materi Praktikum Rekayasa Perangkat Lunak Semester 5 Informatika


Modul 1 (Analisa desain terstruktur)

DFD

DFD terdiri dalam beberapa tahapan dan memiliki notasi-notasi dengan fungsi tersendiri. Tahapan dalam DFD yakni

DFD level 0 atau context diagram, digunakan untuk menggambarkan interaksi antara sistem yang akan dikembangkan dengan entitas luar.

DFD level 1 digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada dalam sistem yang akan dikembangkan.

DFD level 2 adalah hasil breakdown dari DFD level 1, namun bila modul tersebut sudha cukup detail dan rinci maka modul tersebut sudah tidak perlu untuk di-breakdown lagi.

DFD level 3 dan seterusnya, adalah hasil breakdown dari modul DFD level di-atasnya.

 

Kamus Data

Kamus data dipergunakan untuk memperjelas aliran data yang digambarkan pada DFD. Kamus data dalam implementasi program dapat menjadi parameter masukan atau keluaran dari sebuah fungsi atau prosedur. kamus data biasanya berisi : nama-nama dari data, dipergunakan pada proses-proses yang terkait data, deskripsi data, informasi tambahan seperti tipe data, nilai data, batas data dan komponen yang berbentuk data.

 

Modul 2 (Analisa dan desain berorientasi objek)

Class Diagram, merupakan gambaran struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.  Yang terdiri dari atribut (variabel yang dimiliki suatu kelas) dan metode atau operasi (fungsi-fungsi yang dimiliki suatu kelas). Kelas-kelas yang tersusun harus sesuai dengan kebutuhan sistem.

Kelas main yakni kelas yang memiliki fungsi awal dieksesuksi ketika sistem dijalankan.

Kelas view, berhubungan dengan tampilan sistem

Kelas controller, diambil dari pendefinisi use case

Kelas model, diambil dari pendefinisian data.

 

Objek Diagram, menggambarkan struktur sistem dari segi penamaan objek dalam sistem. Pada diagram objek harus dipastika semua kelas yang sudah didefinisikan pada diagram kelas harus dipakai objeknya. diagram objek juga berfungsi untuk mendefinisikan contoh nilai atau isi dari atibut tiap kelas.

 

Component Diagram, dibuat untuk menunjukkan organisasi dan ketergantungan antara kumpulan komponen dalam sebuah sistem. Diagram komponen juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal seperti berikut : source code program perangkat lunak, komponen executeable yang di lepas ke user, basis data secara fisik.

 

Composite Structure Diagram, digunakan untuk menggambarkan struktur dari bagian-bagian yang saling berhubungan maupun mendeskripsikan struktur pada saat berjalan / runtime dari instance yang saling terhubung.

 

Package Diagram, menyediakan cara menampilkan elemen-elemen yang saling terkait dalam diagram UML. Hampir semua diagram dalam UML dapat dikelompokkan menggunakan package diagram.

 

Deployment Diagram, menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut : sistem client / server, sistem terdistribusi murni, rekayasa ulang aplikasi.

 

Modul 3 (Analisa dan desain berorientasi objek)

Use Case Diagram, merupakan pemodelan untuk kelakuan atau behavior sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Mudahnya, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. Terdapat dua hal utama untuk pendefinisian aktor dan use case

Aktor adalah orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri.

Use case adalah fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar uni atau aktor.

Setiap use case dilengkapi dengan skenario, yakni alur jalannya proses use case dari sisi aktor dan sistem.

Activity Diagram, menggambarkan workflow atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak, atau mudahnya aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

State Machine Diagram, digunakan untuk menggambarkan perubahan status atau transmisi status dari sebuah mesin atau sistem. State machine diagram adalah pengembangan dari diagram Finite State Automata dengan penambahan beberapa fitur dan konsep baru.

 

Modul 4 (Analisa dan desain berorientasi objek)

Sequence Diagram, menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendekripsikan waktu hidup objek dan massage yang dikirimkan dan diterima antar objek. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case. Banyaknya diagram sekuen yang harus digambarkan adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak.

Communication Diagram, menggambarkan interaksi antar objek atau bagian dalam bentuk urutan pengiriman pesan, diagram ini mempresentasikan informasi yang diperoleh dari diagram kelas, diagram sekuen dan diagram use case untuk mendeskripsikan gabungan antara struktur statis dan tingkah laku dinamis dari suatu sistem.

Timing Diagram, yakni diagram yang penggambarannya fokus terkait batasan waktu, biasanya digunakan untuk mendeskripsikan operasi alat digital karena penggambaran secara visual akan lebih mudah dipahami dari pada dengan kata-kata.

Interaction Overview Diagram, sekilas mirip dengan diagram aktivitas yang berfungsi untuk menggambarkan sekumpulan urutan aktivitas. Hampir semua notasi pada interaction overview diagram sama dengan notasi pada diagram aktivitas.

Komentar